Studi Banding Siswa-Siswi MTs Al-Hikam Pasuruan di SMP Nurul Jadid

Pondok Pesantren Nurul Jadid menjadi tempat yang tidak akan pernah terlupakan oleh siswa siswi MTs. Al-Hikam Pasuruan. Pasalnya, disana mereka memperdalam bahasa Inggris dalam aspek speaking, reading, dan writing di lembaga Language Intensive Program of SMP Nurul Jadid (LIPS) yang berada di bawah naungan SMP Nurul Jadid. Studi banding ini merupakan langkah pengembangan kurikulum sekolah dan skill peserta didik, diadakannya study banding ditujukan pada program unggulan yang meliputi IPA, MATEMATIKA, dan BAHASA. Khusus pengembangan bahasa, LIPS menjadi tempat acuan di dalam mengembangkan kemampuan skill dan bakat bahasa peserta didik pada sekolah tersebut

Terkait pengalaman selama berada di LIPS, pengurus yang sekaligus Pembina di MTs Al-Hikam menyampaikan “Banyak sekali pengalaman dan pelajaran yang kita dapat dari studi banding ini, selain para peserta didik kami dapat lebih mengenal Bahasa Inggris, mereka juga tahu bagaimana cara beretika yang baik seperti yang telah dicontohkan oleh anak-anak LIPS”, tutur pendamping mereka selama mereka menetap di Pondok Pesantren Nurul Jadid  tepatnya di asrama LIPS.

Seminggu lamanya mereka menetap, mulai tanggal (8/09) sampai tanggal (15/09), selama itu pula para pengurus dan peserta didik LIPS tidak menyia-nyiakan waktu yang terus berjalan, mereka menyambut kedatangan para peserta studi banding di aula SMP Nurul Jadid pada Jum’at sore (8/09).

Mengingat tujuan utama para peserta studi banding demi kemajuan dan perkembangan skill, maka langkah yang diambil oleh penguru LIPS adalah memberikan pembelajaran intensif yang dilakukan peserta didik yang sudah duduk di kelas 3. Karena mereka lebih paham dan lebih mengerti tentang dasar-dasar Bahasa Inggris dan pengembangan/cabang-cabang pembelajarannya. Mulai pembelajaran yang dilakukan secara private dan kegiatan-kegiatan LIPS lainnya seperti Speech Activity, Story Telling Agenda dan LIPS Show.

Mereka pun telah mengenal dan akrab satu sama lain selama menetap di asrama. Hal ini terbukti dari seluruh penampilan, Kegiatan Belajar Mengajar (KBM), dan juga kegiatan-kegiatan lain yang telah dijalani, para anggota didik LIPS dan peserta studi banding terlihat begitu kompak. Selain itu, dalam waktu satu Minggu yang tergolong singkat itu para peserta studi banding juga sudah mampu memahami dasar-dasar Bahasa Inggris dengan baik.

Setelah banyak rintangan dan hambatan yang mereka lalui seperti halnya rasa kantuk yang tak tertahankan, waktu istirahat yang minim dan hambatan lainnya ternyata tidak membuat para peserta studi banding patah semangat, justru mereka menjadi semakin giat belajar dan memperdalam Bahasa Inggris karena waktu yang mereka punya pun juga terbatas.

Pada akhirnya, tepat pada tanggal (15/09) pagi, acara penutupan studi banding pun dilaksanakan di aula SMP Nurul Jadid, pada saat itu pula, usaha dan jerih payah yang mereka lalui pun terbayarkan. Mereka pulang ke pesantren mereka di Pasuruan tidak hanya dengan membawa tangan kosong, melainkan juga dengan pengetahuan dan wawasan baru mengenai bahasa Inggris yang lebih mumpuni. (SiswaLIPS/Kopiah Putih)

Berita Terkait

Belum Ada Komentar

Isi Komentar